Sekilas Pembelajaran Quantum

Dewasa ini muncul satu sistem pembelajaran yang sejalan dengan masa otonomi dan desentralisasi administrasi pendidikan, yaitu Quantum Learning and Teaching. Sistem ini dilandasi oleh filsafat konstruktivistik. Anak didik menjadi pusat perhatian (subyek didik) yang harus dilayani, berkembang sesuai dengan irama, minat, dan kemampuannya secara maksimal. Fungsi guru ialah menjadi fasilitator dalam pembelajaran. Guru mendapat ijazah adalah  ialah derma wewenang untuk mengajar. Bukan hak untuk mengajar. Yang mempunyai hak berguru ialah anak didik.

Beberapa prinsip yang mendasari Belajar Quantum adalah:

  1. 1. Psikolinguistik
  2. 2.Teori otak kanan (rasional, sistematis) dan otak kiri (sintetik, semantik, integral)
  3. 3.Teori otak triune (3 in 1):
  4. 4.Modalitas belajar: visual-auditif-kinestetik (VAK)
  5. 5.TANDUR (Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasi, Ulangi, Rayakan)
  6. Belajar-Mengajar Quantum (BMQ) bercirikan: bebas, santai, menyenangkan, mentakjubkan, menggairahkan, dan membahagiakan. Keberhasilan belajar-mengajar quantum ialah siswa sejahtera.

    Ada 8 kunci keunggulan yang harus ditumbuhkan melalui belajar-mengajar quantum : kejujuran, kegagalan ialah awal kesuksesan, niat baik (berfikir positif), contoh pikir kekinian, komitmen, tanggungjawab, perilaku luwes, dan hidup seimbang. Siswa berkembang secara mandiri. Intinya ialah siswa menjadi mandiri. Delapan kunci keunggulan ini dikembangkan melalui kurikulum yang dipelajari oleh siswa. Bawalah dunia siswa ke dunia kita dan hantarkan dunia kita ke dunia siswa. BMQ menekankan pada berguru ketrampilan berguru dan berguru ketrampilan hidup menurut variasi proses berguru dengan membangkitkan motivasi berguru yang menggairahkan, menyenangkan, jalinan hubungan yang simpatik, siswa ialah kawan belajar, berguru mengambil resiko, keteladanan, dan rasa bisa dengan menetapkan sasaran di atas garis sehingga berkualitas tinggi dengan penciptaan lingkungan berguru yang kondusif.